Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak sekali daerah unik dengan sejarah, budaya, serta arsitektur yang memikat. Tidak jarang, beberapa daerah di Indonesia mendapat julukan yang mengacu pada kota-kota besar dunia, seperti “Paris van Java”, “Swiss van Java”, hingga “Rome of Indonesia”.
Mengapa Disebut Mirip Rome?
Rome (Roma) di Italia dikenal sebagai kota yang penuh dengan peninggalan sejarah, pusat agama Katolik, serta arsitektur megah dan klasik. Beberapa daerah di Indonesia memiliki karakteristik serupa, baik dari segi keagamaan, sejarah, maupun tata kota atau suasana yang mengingatkan pada suasana Roma.
Salah Satu Daerah Indonesia yang Dijuluki Rome
Larantuka merupakan salah satu daerah di Indonesia yang popular disebut sebagai “Rome in the East” atau “Roma di Timur”. Larantuka adalah ibu kota Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki warisan budaya Katolik sangat kuat. Julukan ini bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa alasan Larantuka kerap dibandingkan dengan Rome di Italia:
- Pusat Ziarah Umat Katolik: Larantuka sejak lama dikenal sebagai kota tujuan ziarah terutama pada perayaan Semana Santa, sebuah tradisi keagamaan yang unik dan sakral. Setiap tahun, ribuan peziarah dari Indonesia maupun luar negeri datang ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Paskah.
- Peninggalan Sejarah Kolonial dan Religi: Di Larantuka berdiri gereja-gereja tua peninggalan Portugis dan Belanda yang arsitekturnya kental dengan nuansa Eropa, sebagaimana gereja-gereja megah di Roma.
- Konsentrasi Penduduk Katolik: Mayoritas penduduk Larantuka memeluk agama Katolik, menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat keuskupan Katolik tertua dan terbesar di Indonesia timur.
Mengenal Semana Santa di Larantuka
Semana Santa adalah perayaan Pekan Suci menjelang Paskah yang dilakukan secara meriah dan sakral di Larantuka. Tradisi ini mengadaptasi ritual Katolik Portugis yang telah diwariskan sejak abad ke-16. Prosesi Semana Santa mencerminkan spiritualitas tinggi, persatuan umat, dan rasa hormat mendalam terhadap nilai-nilai keagamaan.
Prosesi-perarakan mengelilingi kota Larantuka khas dengan arak-arakan patung Bunda Maria dan Yesus, diiringi doa, nyanyian rohani, dan lilin-lilin yang menyala. Kota Larantuka pun seolah berubah menjadi pusat devosi Katolik yang otentik, seperti suasana di kota Roma saat Paskah.
Bangunan dan Tata Kota
Larantuka memiliki sejumlah gereja bersejarah yang menjadi simbol identitas kota. Contohnya, Gereja Katedral Reinha Rosari yang telah berdiri selama ratusan tahun dengan arsitektur kokoh serta ornamen-ornamen khas Eropa. Selain itu terdapat Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Ana yang dikenal sebagai pusat devosi mingguan warga.
Jalan-jalan di Larantuka pada momen Semana Santa dihias dengan kain-kain putih dan biru, menghadirkan nuansa sakral sekaligus indah – menyerupai tata kota kecil di Italia selatan yang dikenal dengan dominasi perayaan gerejawi dan gaya hidup religius.
Kota Lain yang Mendapat Julukan Mirip Rome
Meskipun Larantuka merupakan contoh paling terkenal, beberapa daerah lain juga kerap dikaitkan dengan Roma karena sejarah keagamaan atau peninggalan arsitektur kolonial Katoliknya, seperti Flores secara keseluruhan (Kota Ende dan Ruteng). Namun, Larantuka tetap menjadi kota referensi utama karena daya tarik Semana Santa dan sejarah Portugisnya.
Fakta Menarik tentang Larantuka dan Rome
- Pengaruh Portugis di Larantuka: Kota ini pernah menjadi pusat penyebaran Katolik di Indonesia timur sejak bermukimnya orang Portugis abad ke-16 dan 17. Budaya, musik, dan bahasa setempat banyak yang dipengaruhi Portugis.
- Bahasa dan Tradisi: Larantuka memiliki beberapa istilah unik hasil perpaduan bahasa Portugis dengan lokal, serta tradisi liturgi dan vokal gereja dengan lafaz-lafaz khas.
- Simbol Penting: Patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus) adalah benda pusaka yang sangat dihormati, menjadi pusat perhatian prosesi Semana Santa di Larantuka.
- Perjalanan Religi: Banyak peziarah menganggap ‘ziarah ke Larantuka’ sebagai pengalaman spiritual yang hampir setara dengan “ziarah ke Roma”, meski tentu dalam skala lokal dan nuansa Nusantara.
Kesimpulan
Julukan “Rome of Indonesia” yang melekat pada Larantuka membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang mampu menyamai pesona kota-kota ternama di dunia. Kekuatan tradisi keagamaan, warisan arsitektur, serta kentalnya nuansa Katolik menjadikan kota ini istimewa, baik di mata umat Katolik maupun wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Jika kalian ingin merasakan nuansa “Roma”, tidak perlu jauh-jauh ke Italia – cukup jelajahi Larantuka di Indonesia Timur.